gambar link

Teknik Membuat Konten Viral di Social Media [9 Cara Ampuh Yang Bisa Anda Coba]

Blog Onformula
pic Teknik Membuat Konten Viral di Social Media [9 Cara Ampuh Yang Bisa Anda Coba]

Bukan main senangnya ketika artikel yang kita buat, dibagikan ribuan orang di internet. Selain berbondongnya pengunjung baru ke web kita, keuntungan lain juga bisa kita dapatkan disini.

Ya, bagi seorang blogger atau internet marketer, membuat konten yang bisa viral di internet adalah sebuah impian. Siapa yang tidak ingin konten yang dibuatnya mampu di share oleh ribuan pengguna di internet? Pasti semuanya juga pengen bisa membuat konten semacam itu.

Banyak keuntungan yang datang bila Konten yang kita buat bisa mempengaruhi banyak netter. Mulai dari traffic, followers, bahkan keuntungan secara langsung bisa didapat dari penghasilan melalui program periklanan di web atau blog yang bersangkutan.

Nah, berkaitan dengan itu banyak peneliti bidang teknologi dan pemasaran digital, menyebut bahwa sebuah konten yang mampu menjadi viral mempunyai beberapa element tertentu yang dapat mempengaruhi pembaca untuk melakukan share konten tersebut. Setidaknya ada 9 teknik yang bisa kita gunakan untuk membuat sebuah konten menjadi
viral di social media.

Semua teknik tersebut didasarkan dari hasil penelitian banyak sekali pihak. Dengan begitu pastinya dapat menjadi masukan kredibel bagi rekan-rekan ketika ingin membuat sebuah konten yang berkualitas. Berikut ini uraiannya!


Teknik 1: Awali Konten Dengan Intro Singkat, Jelas Dan Padat

Ternyata netizen rata-rata hanya membaca tak lebih dari 28% dari keseluruhan isi konten kita, itu yang terungkap dari penelitian NNGroup. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan awal untuk menarik minat pembaca!

intro singkat, jelas dan padat

Bagaimana caranya? Yaitu, buatlah paragraf intro atau paragraf awalan yang singkat, jelas dan padat makna. Tidak bertele-tele. Pada paragraf awal inilah pembaca akan menentukan ingin terus membaca konten kita hingga habis atau tidak.

Intinya, buatlah paragraf awalan yang langsung memaparkan beberapa fakta menarik dari isi konten kita. Fakta tersebut bisa kita tambahkan dengan ungkapan yang dapat memancing emosi, atau rasa penasaran dari pembaca.

Bisa ditambahkan pula, kalimat tanya yang secara psikologi akan mempengaruhi minat baca seseorang. Contohnya bisa kita lihat pada gambar di bawah ini. Meski sederhana, namun paragraf awal dari konten viral ala onformula.com ini tentu bisa menjadi contoh bagi kita.

 Teknik 2: Buat Konten dengan Url Yang Ringkas

URL ternyata berpengaruh juga terhadap minat pembaca. Penelitian yang dilakukan oleh Marketing Sherpa menemukan bahwa ternyata URL dari konten yang lebih ringkas, mampu menarik minat pembaca 2,5 kali lebih baik daripada URL yang panjang atau bahkan membingungkan.

Membicarakan URL, sebenarnya berkait dengan urusan SEO. Banyak yang menyakini bahwa di dalam URL kita bisa menanamkan keyword yang sedang kita bidik. Meski tidak salah, tetapi pada kenyataannya, menulis sebuah URL dengan lebih panjang atau dilengkapi banyak afiks tambahan seperti nomor, tanggal atau kode khusus, justru akan menurunkan minat netter untuk membacanya.

Lalu bagaimana cara membuat URL yang bagus?

Internet marketer populer, Brian Dean menyarankan gunakanlah 2 hingga 3 kata saja. Keuntungan dari teknik ini, yang pertama URL pendek mampu memberikan kemudahan bagi pembaca untuk mengetahui isi dari konten kita dengan cepat dan jelas.

Keuntungan kedua, URL yang pendek juga lebih eye cacthing ketika di share di sosial media. Keuntungan ketiga, dari sisi SEO nyatanya pemberian nama yang langsung pada keyword tertarget, mampu meningkatkan kemungkinan terindeks lebih baik.  Masih sehubungan dengan teknik ini, jangan gunakan pula URL yang tidak menjelaskan secara langsung isi dari konten kita. Karena pada beberapa CMS mempunyai template default URL yang mencantumkan kode dari posting ketimbang judul dari konten kita.

Contohnya kita bisa membandingkan antara 2 URL berikut ini.

herbalpaten.com/susu-kolostrum
herbalpaten.com/produk/post?id=7849

Tentu akan lebih baik jika kita menggunakan jenis URL pertama yang bersifat deskriptif atau langsung menjelaskan tentang isi dari konten kita bukan.

Selain itu terkadang, pada URL contoh kedua, cenderung membuat pengunjung menjadi bingung dan khawatir jika konten tersebut bukan konten yang kredibel, atau bahkan justru konten yang berisi virus atau malware. Dampaknya tentu akan buruk bagi perkembangan konten kita.

Contoh dari penggunaan URL yang singkat dan deskriptif bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
url singkat


Teknik 3: Beri Judul Konten Dengan Angka Ganjil

Sebuah lembaga online research Conductor, dari hasil penelitinannya menyebut bahwa 36% artikel yang mempunyai headline dilengkapi dengan angka, mampu mendatangkan click yang lebih besar.

Dari penelitian itu terungkap juga bahwa dari 150.000 judul yang dijadikan sampel, ternyata judul yang menggunakan angka ganjil memiliki nilai CTR yang lebih tinggi 20% daripada yang menggunakan angka genap.

Pada dasarnya, penggunaan angka sudah memiliki dampak positif jika dilekatkan pada judul artikel. Penggunaan angka akan mempengaruhi sebuah artikel nampak lebih spesifik dan menarik di mata pembaca.

Kemudian tentu banyak berfikir, apa yang membedakan angka ganjil dan angka genap? Sebenarnya keduanya tetap memberikan hasil yang baik. Namun pada beberapa kasus, kenyataannya angka ganjil secara psikologis terlihat lebih menarik dibanding angka genap.
judul dengan angka ganjil

Ini bukan berarti kita tidak boleh menggunakan angka genap lo ya.

Teknik 4: Gunakan Tanda Kurung ( ) Pada Judul

Ternyata ada pengaruh dari penggunaan tanda kurung ( ) yang ditambahkan pada judul atau headline, itu berdasarkan penelitian lain yang dilakukan oleh Hubspot. Sebuah konten yang dilengkapi dengan tanda kurung, ternyata mampu meningkatkan CTR hingga 38%, dibanding yang tidak menggunakan.

Para blogger dunia pun, sangat sering menggunakan teknik ini ketika membuat sebuah konten yang kemudian mampu menjadi viral.
artikel viral dengan tanda kurung

Alasannya ternyata cukup simple. Pemberian tanda kurung umumnya diikuti oleh sebuah informasi khusus misalnya "sebuah studi kasus" atau hal lain yang ditujukan untuk lebih menjelaskan isi dari konten tersebut.

Inilah yang mungkin dilihat oleh pembaca sebagai sebuah manfaat lebih dari artikel tersebut. Mereka sudah bisa memperkirakan bakal seperti apa artikel tersebut nantinya. Selain itu, pemberian tanda kurung, juga mampu membuat konten kita nampak lebih profesional. Dengan begitu, klik serta share konten kita pun mengalir lebih
deras. Mantap!

Teknik 5: Jangan Sepelakan Elemen Gambar

Perusahaan perangkat percetakan Xerox menemukan bahwa penambahan elemen gambar yang berwarna dan menarik, dapat meningkatkan ketertarikan untuk membaca konten tersebut 80% lebih baik.

Oleh sebab itu, upayakan untuk selalu menambahkan gambar berwarna yang eye catching serta berhubungan dengan isi konten, di bagian awal paragraf.

Berikut contoh gambar pada artikel artikel.herbalpaten.com yang pernah menjadi viral:
selalu ada gambar pada artikel viral


Banyak Gambar = Banyak Share

Research lain dilakukan oleh Skyword yang mengungkap bahwa sebuah konten yang mayoritas didominasi oleh teks, setidaknya harus mencantumkan 1 buah gambar agar nantinya mampu meningkatkan jumlah share, terutama melalui media sosial.

Hal ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, karena pada dasarnya pembaca tentu lebih senang jika menyimak konten visual yang menarik ketimbang terus dibanjiri dengan teks terus menerus.

Bahkan beberapa konten viral yang dibuat oleh blogger populer, mencantumkan 1 gambar untuk setiap 300 kata. Meskipun angkanya tidak kaku, setidaknya memang memberi penjelasan melalui gambar visual akan lebih meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pembaca. Rekomended untuk dicoba!

Dan dengan memberikan file gambar atau foto yang menarik, dan diatur sedemikian rupa seperti misalnya ditambahkan watermark, pastinya akan nampak lebih profesional. Akhirnya pembaca pun, tidak segan untuk membagikan konten kita, yang berbuntut dengan efek viral!

Berbicara tentang profesionalitas, akan lebih baik lagi jika kita menggunakan file gambar atau foto yang memiliki kualitas tinggi. Foto “profesional” tersebut, nyatanya juga mampu meningkatkan tingkat share di media sosial, ini diambil dari sebuah studi yang dilakukan oleh Marketing Sherpa.

Disebutkan bahwa, konten yang dilengkapi dengan foto atau gambar berkualitas, memiliki kemungkinan di share 121% lebih besar daripada yang menggunakan gambar kurang berkualitas.

Dalam hal ini, kualitas yang di bicarakan adalah, setidaknya mencakup tiga poin yakni:

  • Mempunyai resolusi yang tinggi.
  • Bukan merupakan photo stock berkualitas buruk. (umumnya masih terdapat watermark)
  • Benar-benar sesuai tema atau isi dari konten kita.

Memang tidak semua orang, mempunyai kemampuan untuk mengambil foto sendiri atau membuat gambar menggunakan software digital. Solusinya, kita bisa mencari lewat fasilitas free image seperti Pixabay, Pexels atau yang lain.

Teknik 6: Buatlah Konten yang Panjang

Dalam penelitian Professor Dr. Jonah Berger, ditemukan bahwa konten yang panjang memiliki kemampuan untuk menjadi viral 76,8% lebih baik daripada konten yang pendek.

Kiranya ini sudah menjadi rahasia umum, dan banyak diupayakan oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia blogging serta internet marketing. Seperti contohnya, untuk memenangkan persaingan SERP, artikel panjang mampu memberikan Efek SEO yang lebih nendang dibanding dengan artikel yang pendek.

Pertanyaan berikutnya, seberapa panjang artikel yang harus kita buat?

Dari sebuah penelitian juga menyebut bahwa, angka 2416 kata mampu menempati mayoritas posisi pertama dalam mesin pencari.

Namun jika dirata-rata, setidaknya kita harus membuat artikel dengan panjang lebih dari 2000 kata.

Jika mampu membuat lebih panjang? Tentu akan lebih baik lagi.

Namun permasalahannya, tidak semua penulis bisa membuat artikel yang begitu panjang. Solusinya adalah, dengan menggabungkan beberapa ide yang masih terkait menjadi satu artikel panjang. Untuk teknik ini, mungkin akan dibahas pada artikel lainnya.

Teknik 7: Tambahkan Tombol Share yang Menonjol

Bahkan mesin pencari populer Google, dalam penelitiannya juga menyarankan para pengembang blog atau website, menambahkan fasilitas tombol share untuk setiap konten yang mereka miliki.

Lebih khusus lagi, ternyata penempatan tombol share tersebut juga mempengaruhi besarnya kesempatan untuk mendapat lebih banyak share atau like dari pembaca. Google mencatat, tombol share yang ditempatkan secara melayang (seperti pada gambar di bawah), mempunyai kesempatan 58% lebih baik ketimbang penempatan tombol share di bagian
bawah atau yang bersifat statis.

Untuk yang menggunakan, CMS wordpress, tentu sangat mudah, sudah banyak sekali plugin yang bisa digunakan untuk memunculkan tombol share “melayang”.

artikel viral ada tomol share melayang

Penggunaan tombol share semacam ini, juga banyak ditemui di situs atau blog besar asing maupun di Indonesia.

Intinya adalah jangan membuat pembaca Anda kebingungan untuk mencari tombol share, justru buatlah pembaca tertarik untuk menekan tombol tersebut. Kalau perlu berikan iming-iming keuntungan jika pembaca mau melakukan like dan share.

Teknik 8: Masukkan Unsur Emosional

Sebuah penelitian yang dipublish dalam jurnal Marketing Research, menemukan bahwa konten yang mengandung pesan emosional seperti hal yang mengagumkan, mengejutkan, atau bahkan yang memicu kemarahan, berkemungkinan 28% bisa menjadi konten viral.

Yang harus dipahami adalah, seseorang melakukan share sebuah konten, semuanya didasari oleh keputusan emosional. Oleh karena itu tidak ada salahnya, jika kita juga memasukkan unsur-unsur yang mampu membangkitkan sisi emosional pembaca.

Ada tiga jenis emosi yang bisa dimasukkan dalam artikel yang kita buat, antara lain rasa kagum, hal yang mengejutkan, serta yang mampu memicu kemarahan.

Konten mengagumkan
kagum kekagumanYa, sudah sangat umum, jika orang suka untuk membagikan sesuatu yang mengagumkan. Namun yang tidak disadari adalah, untuk bisa membuat konten yang benar-benar mengagumkan, kita tidak hanya menyajikan fakta-fakta umum yang bisa ditemui di tempat lain.

Kita harus mampu, menyusun kembali fakta-fakta tersebut serta mengembangkannya menjadi sebuah pembahasan yang detail dan dapat diterapkan secara langsung.

Oleh karena itu, jika dihubungkan dengan fungsi konten viral, akan lebih baik jika kita membuat konten yang mendetil dengan memasukan beberapa fakta mengagumkan
sebagai bumbu penyedap di dalamnya.

Konten mengejutkan
Sebenarnya hampir sama dengan cara untuk memancing emosi kekaguman, umumnya konten yang mengejutkan berisi fakta atau pembahasan yang jarang diungkap.mengejutkan

Untuk mendapatkan fakta semacam ini, memang kita harus mendalami terkait dengan tema dari konten yang kita kembangkan. Namun bagi yang tidak ahli di bidang tersebut,
ada juga tips praktisnya lo.

Bagaimana caranya?

Yakni dengan mengumpulkan fakta dan pembahasan yang ada dari para ahli kemudian dikembangkan dan ditambahkan dengan pendapat pribadi. Namun tentunya tetap memerlukan
upaya dan kreatifitas lo ya.

Memicu kemarahan
Sebuah konten viral, terkadang juga dibumbui dengan berbagai hal yang mampu membuat orang bereaksi keras. Umumnya ini lebih bersifat kontroversial, atau pendapat
pendapat yang akhirnya memicu pertentangan.

Pada dasarnya terkadang, meskipun kita telah memberikan segala hal yang kita anggap terbaik dalam konten yang kita buat, ada juga orang yang berpikiran tidak sama. Di sinilah efek dari kemarahan justru mampu memacu sebuah konten menjadi viral.marah

Mungkin rekan-rekan sendiri, sudah pernah mengalaminya. Ketika melihat sebuah konten yang berisi isu kontroversial, meskipun kita tidak menyukai isi dari konten
tersebut, mungkin saja kita membagikannya bukan? Mungkin tujuannya untuk memberi informasi atau peringatan pada teman dan orang lain.

Namun dalam hal ini, kita tentu tetap menempatkan pola fikir bijak ketika ingin mengembangkan sebuah konten viral. Kita tidak boleh memanfaatkan atau bahkan
menyebarkan informasi yang tidak benar serta menyesatkan. Say no to Hoax and negative Clickbait!

Artikel lain: Bisnis E-hate ~ Bisnis Menebar Kebencian di Internet, Waspadalah!

Teknik 9: Gunakan Hashtag

Pada awalnya, hashtag digunakan pada media sosial Twitter, namun lama-kelamaan bentuk lain dari keyword atau tag ini menjamur ke berbagai platform online lain.

Nah, untuk keperluan menjadikan sebuah konten menjadi viral, hashtag juga diperlukan. Lebih-lebih ketika kita ingin mendapat perhatian via media sosial.

Dari data penelitian yang dilakukan oleh Dan Zarrella, diungkap bahwa penggunaan hashtag pada sebuah tweet URL, dapat meningkatkan kemungkinan retweet hingga 55%
dibanding yang tidak menggunakan hashtag.

Untuk penerapan langsung, rekan-rekan bisa menambahkan hashtag yang berupa kata kunci target di bagian deskripsi.

Efek dari hashtag ini juga akan berpengaruh saat seseorang mencari hashtag yang telah kita tuliskan. Bukan tidak mungkin kita bisa mendapat trafik segar dari sumber tersebut.

penggunaan hastag iklan viral

Disamping ke-9 cara di atas, satu hal yang juga penting adalah publish Konten Di Waktu yang Tepat

Ketika kita ingin mendorong sebuah konten menjadi viral di internet, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah terkait dengan waktu kapan Anda mempublish konten tersebut.

Ternyata ada juga waktu yang paling mujarab jika kita ingin mendapatkan social share yang tinggi. Hal ini didukung dari peneliti Shareaholic yang menyebut bahwa, waktu antara jam 8 pagi hingga 12 malam, mempunyai kemungkinan social share yang lebih tinggi sekitar 27% dibanding waktu sisanya.

Namun jika ditanya lebih spesifik lagi, jam berapa waktu mempublish konten yang paling baik?

Ini tentu tergantung beberapa hal, seperti dimana tempat kita tinggal serta sasaran konten yang kita buat.

Umumnya untuk konten yang dibuat untuk pembaca di seluruh dunia, akan lebih baik jika kita lakukan posting secara bertahap. Karena, waktu aktif para pembaca di setiap tempat tentu berbeda satu dengan yang lain. Itulah alasan mengapa, menggunakan rentan waktu antara jam 08.00 pagi hingga 12 malam.

Berbeda jika kita mengambil target pembaca lokal, semisal khusus pembaca di Indonesia. Dari sebuah data yang pernah saya baca, menyebut bahwa waktu yang paling tepat untuk mendapat social share tinggi adalah di waktu istirahat siang sekitar jam 11.30 hingga 13.00 serta menjelang waktu tidur sekitar pukul 20.00 hingga 22.00.

Alasannya adalah, waktu tersebut merupakan saat dimana orang mempunyai waktu senggang untuk memperhatikan konten kita tengah lebih detil. Utamanya jika konten kita menarik, proses penyebarannya pun akan berlangsung lebih cepat karena mengambil waktu waktu yang lebih panjang.

Demikian itulah 9 teknik yang bisa kita gunakan untuk menyulap sebuah konten menjadi viral. Dengan memanfaatkan banyak sekali fasilitas yang bertebaran di internet, kita hanya perlu lebih cerdas dan kreatif sehingga nantinya konten karya kita bisa menarik perhatian dari jutaan netizen di seluruh dunia.

Juga, yang terpenting, jangan lupa untuk selalu mengutamakan kualitas konten di atas segalanya. Karena percaya atau tidak, kualitas merupakan jalan paling lapang untuk memperoleh kesuksesan, termasuk dalam upaya untuk membuat konten viral.


Semoga uraian ini bermanfaat dan selamat mencoba.

  • Yuk, Bagikan/Share Artikel Ini:

Related Posts you may like