gambar link

Mie Instan Bikin Gemuk atau Tidak?

Blog Onformula
pic Mie Instan Bikin Gemuk atau Tidak?

Hmmm ... semangkuk mie instan rebus dengan telur dan irisan cabai rawit memang godaan yang sulit ditolak. Apalagi ketika kita lapar di malam hari, biasanya kita langsung mengambil mie instan sebagai solusi menghindari nasi. Sebab, banyak yang beranggapan makan nasi pada malam hari bisa menggemukkan. Benarkah pemikiran seperti ini?

Mie instan adalah salah satu makanan yang digemari orang Indonesia. Cara penyajian yang praktis merupakan salah satu kelebihan produk ini. Cukup masak air lalu tambahkan bumbu siap pakai, mi rebus atau mi goreng pun siap dinikmati.

Meskipun mie instan ini sebagian besar terdiri atas karbohidrat, namun makanan ini masih dianggap sebagai makanan selingan belaka. "Iya, karena orang Indonesia kan kalau belum ketemu nasi ya namanya belum makan. Baru camilan saja," ujar dr Niken Puruhita, Med Sc, SpGK.

Padahal kalau kita bandingkan kalori yang terdapat pada mie instan jauh lebih besar dari kalori yang ada pada nasi. Sebungkus mie instan sebanyak 70 gram, terhitung mengandung 370 kalori. Sementara, nasi putih dengan berat yang sama, hanya mengandung 91 kalori.

Ternyata kandungan kalori mie instan lebih dari empat kali lipat nasi. Keadaan ini membuat kemungkinan mie instan menyebabkan tubuh lebih cepat gemuk, jika dibandingkan nasi.

Apalagi kita tahu, saat penyajian mie instan seringkali dibarengi dengan telur dan bahan-bahan lain, seperti sosis atau kornet yang tentunya menambah kandungan kalori. Lantas, ada lagi kebiasaan khas masyarakat kita, yakni mencampurkan mie instan dengan nasi, sehingga kalori yang dikonsumsi menjadi berlipat.

mencampur mie instan dengan nasi bikin gemuk

Padahal dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan dan camilan di antaranya, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400. Dengan demikian, jika setelah mengonsumsi mie instan kita masih makan nasi beserta lauk pauknya, belum lagi snack atau camilan lain, maka kalori pun akan menumpuk.

Belum lagi dilihat dari komposisinya, penyusun utama mi instan berasal dari tepung yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Jika kalori yang menumpuk berlebihan, selanjutnya oleh tubuh akan diproses menjadi lemak. Maka tak heran jika mi instan bisa memicu kegemukan .

Batasi Konsumsi Mie Instan

Perlu diingat, terlalu sering mengonsumsi mie intan, yakni sekitar 3 kali seminggu, akan meningkatkan risiko penyakit sindrom kardiometabolik. Kondisi ini bisa membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan dimuat dalam Journal of Nutrition. Menurut ketua peneliti, Dr Hyun Joon Shin, kebiasaan mengonsumsi mie instan lebih berdampak buruk pada kaum wanita.

Selain kandungan karbohidrat yang tinggi, mie instan yang biasa disajikan dengan kaldu instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Salah satu mie instan yang banyak dikenal di masyarakat Indonesia, dalam setiap kemasan 91 gram tercatat mengandung sodium 1.080 mg atau sekitar 45% dari kebutuhan keseluruhan
sehari. Padahal kelebihan asupan sodium, memiliki risiko membahayakan tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal. Selain itu, sodium yang menumpuk dalam tubuh diperkirakan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Nah, setelah kita paham kandungan dan resiko mengonsumsi mie instan, sebaiknya mulai saat ini kita tidak terlalu sering lagi makan makanan ini. Saat lapar di malam hari, mengonsumsi buah-buahan menjadi pilihan yang lebih baik.

  • Yuk, Bagikan/Share Artikel Ini:

Related Posts you may like