gambar link

Kapan Anak Laki-laki Harus Disunat?

Blog Onformula
pic Kapan Anak Laki-laki Harus Disunat?

Ada kejadian nyata beberapa waktu yang lalu di sebuah Sekolah Dasar. Saat pak guru menanyakan kepada murid-muridnya di kelas 2, siapa yang belum sunat, seorang murid laki-laki dengan polosnya mengangkat tangan tinggi-tinggi. Sontak murid-murid yang lain tertawa. Haha Fikri belum sunat, teriak teman-temannya. Fikri, nama murid yang belum disunat itu, jadi malu, mukanya nampak memerah. Untung gurunya bisa segera mengatasi suasana, sehingga muridnya yang belum disunat itu tidak merasa tertekan.

Mengapa laki-laki harus disunat? Usia berapa waktu yang tepat untuk seorang anak laki-laki disunat?

Sunat (sirkumsisi) merupakan prosedur bedah dengan mengangkat lapisan kulit yang menutupi glans (kepala) penis. Sunat sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu pada anak laki-laki. Umat Islam mewajibkan anak laki-laki untuk disunat. Bukan cuma alasan agama, secara umum, sunat bagi laki-laki sudah menjadi keharusan di masyarakat.

American Academy of Pedatrics (AAP) mengatakan sunat memiliki manfaat yang besar. Beberapa studi menunjukkan bahwa sunat dapat menurunkan risiko terkena beberapa penyakit, antara lain:
kanker penis, infeksi saluran kemih, dan infeksi menular seksual seperti:
HIV, herpes genital, human papilloma virus (HPV), dan sifilis.

Peneliti dari John Hopkins University menyimpulkan bahwa kasus HIV paling banyak ditemukan pada mereka yang tidak disunat.

Kapan usia ideal anak disunat?

Ternyata sunat paling baik dilakukan ketika anak masih berumur enam bulan. Bukan di waktu anak sudah menginjak usia sekolah dasar. Seperti kasus Fikri di atas, ternyata masih banyak orangtua di Indonesia, yang baru menyunat anak laki-lakinya ketika liburan sekolah.

dr Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf sekaligus pendiri Rumah Sunatan, menyatakan, mengapa anak sebaiknya di-sunat di umur enam bulan lantaran sel-selnya tumbuh sangat cepat sehingga mempercepat proses penyembuhan pada luka setelah sunat.

"Mungkin banyak orangtua yang tidak tega melakukan sunat pada bayi laki-laki yang masih kecil, tapi justru semakin cepat disunat, tepatnya di bawah usia enam bulan, semakin banyak manfaat yang didapat," kata Mahdian seperti dikutif liputan6.com.

waktu ideal anak disunat

Dalam kesempatan itu, Mahdian memberitahu apa saja manfaat melakukan sunat di bawah umur enam bulan.

1. Tidak bergesekan dengan kasur

"Sunat paling baik dilakukan ketika anak belum bisa tengkurap, yaitu kurang dari enam bulan. Karena selain proses penyembuhan yang terjadi lebih cepat, di usia ini ketika sunat baru saja dilakukan, ia belum bisa tengkurap, yang bisa saja menyebabkan penisnya bergesekan dengan kasur dan membuatnya berdarah lagi," kata Mahdian.

2. Faktor trauma psikis

Trauma psikis dalan hal sunat, sangat penting untuk diperhatikan pada anak-anak. Karena jika tidak, hal ini bisa berdampak padanya hinga dewasa.

"Sering ditemui bapak-bapak yang pingsan saat antar anaknya yang mau sunat, karena ia ingat pengalamannya dulu saat disunat, nah ini trauma psikis. Kalau sunatnya bagus ya enggak apa-apa, tapi kalau sunatnya enggak bagus ya trauma," kata Mahdian menambahkan.

Oleh karena itu, sunat di umur enam bulan merupakan pilihan yang tepat karena anak tidak tahu apa-apa dibanding saat usia SD.

3. Fimosis

Jika laki-laki cepat di-sunat ketika ia memiliki kondisi fimosis (kulup penis tidak bisa ditarik ke belakang), maka menurut dr. Mahdian, risikonya terkena infeksi pun bisa berkurang.

Nah, bagi orang tua yang baru memiliki bayi, persiapkan segera untuk disunat.

  • Yuk, Bagikan/Share Artikel Ini:

Related Posts you may like