gambar link

Cara Mencegah Depresi Setelah Melahirkan

Blog Onformula
pic Cara Mencegah Depresi Setelah Melahirkan

Depresi setelah melahirkan merupakan perasaan sangat sedih yang berkaitan dengan gangguan psikologi selama beberapa minggu pertama pasca melahirkan. Gangguan ini tidak akan muncul secara tiba-tiba. Jika ibu mengalami banyak masalah ketika kehamilan, risiko mengalami depresi pasca melahirkan tentu saja akan lebih besar. Walaupun begitu, bukan berati depresi pasca melahirkan tidak bisa dicegah. Sejatinya bila lingkungan sosial yang suportif dan pasangan yang baik, menurut pakar,  depresi setelah melahirkan tidak akan muncul.

Menurut dr Andri, SpKJ, FAPM, ada 3 faktor utama yang bisa memicu gangguan deprfesi setelah melahirkan, yakni riwayat genetik, gangguan medis selama hamil dan tidak
ada dukungan keluarga saat hamil. "Bila 3 faktor ini ditangani dengan baik," kata dokter dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, "maka depresi pasca melahirkan akan bisa dicegah."

Berikut ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan, yang dikutif dari detik health:

1. Istirahat yang Cukup

Setelah melahirkan, seorang ibu tentu akan menghadapi rutinitas baru, seperti anak yang rewel, bangun tiap 2-3 jam, dan aktivitas lain yang membuat ibu merasa lelah. Untuk itu perlu bagi ibu untuk mendapat waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan menyewa asisten rumah tangga. Jika ibu menyusui, tidak ada salahnya juga memerah ASI sehingga ART atau baby sitter bisa memberikan ASI ketika ibu tidur.

2. Me time for mom

Me time itu apa sih? Singkatnya pengertian me time adalah "waktu untuk diri sendiri". Pemenuhan me time bagi ibu yang baru melahirkan sangat penting, agar ibu bisa memberikan perhatian penuh kepada bayinya.

Agar ibu tidak mengalami depresi, jangan sampai setelah melahirkan, ibu dibebankan untuk mengurus rumah. Sediakanlah waktu buat ibu untuk melakukan hal-hal yang disukai dan bisa membuat rileks. Jangan sungkan meminta bantuan orang lain untuk menjaga sejenak si kecil saat ibu menikmati me time-nya.

3. Suami yang suportif

Suami yang suportif akan mencegah depresi bagi ibu yang baru melahirkanSeperti sudah disinggung sebelumnya, suami yang suportif sangat penting bagi kesehatan mental ibu. Suami yang suportif pasti paham jika istrinya sedang stres atau memiliki beban psikis yang berat.

Maka dari itu, komunikasi penting untuk dilakukan. Apalagi dalam masalah mengurus anak, suami atau istri bisa saling membagi tugas.

4. Pertahankan kontak sosial

Memiliki anak bukan berarti seorang ibu harus mengisolasi diri dari pergaulan. Tetap jalin hubungan dengan orang di sekitar, termasuk tetangga atau teman. Dengan begitu, ibu yang baru melahirkan juga bisa mendapatkan suasana baru.

Cara sederhana adalah mengobrol dengan tetangga ketika menjemur si kecil. Atau dengan memanfaatkan teknologi video call, ibu bisa menghubungi orang tua atau bahkan suami dari rumah.

5. Tetap intim dengan pasangan

Tetap intim dengan pasangan untuk mencegah depresi pasca melahirkanBaik suami atau istri memang memiliki kewajiban untuk bersama-sama mengurus si kecil. Salah satu kunci agar kekompakan dengan pasangan untuk mengurus si kecil yakni dengan mempertahankan keintiman dengan suami atau istri.

Walaupun mengurus si kecil, usahakan keintiman dan romantisme tetap terjalin. Tetap intim dengan pasangan menciptakan keterbukaan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Jangan salah, depresi yang dialami bisa menyebabkan rumah tangga tidak harmonis dan berujung pada perceraian.

(dari detik.health.com)

  • Yuk, Bagikan/Share Artikel Ini:

Related Posts you may like